Home
 
Web Site Bappeda Prov. NTT
KESEPAKATAN BERSAMA MUSRENBANG 2011 PDF Print E-mail
Written by maman   
Friday, 15 April 2011 06:58

KESEPAKATAN BERSAMA

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

DENGAN  PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SE- NUSA TENGGARA TIMUR

TENTANG

USULAN RENCANA PEMBANGUNAN

DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012

SESUAI HASIL MUSRENBANG PROVINSI TAHUN 2011

NOMOR  : HK. 8 TAHUN 2011

TANGGAL : 8 APRIL 2011 

A.    DASAR 

Penyusunan usulan rencana program/kegiatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2012 didasarkan pada:

1.     Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004  tentang Sistem Perencanaan Pembangunan  Nasional; 

2.     Peraturan Presiden RI Nomor 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014;

3.     Perda Provinsi NTT Nomor 17 Tahun 2008 Tentang  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur  2009-2013;

4.     Perda Kabupaten/kota tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten/Kota;

5.     Hasil Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur;

6.     Usulan Pemerintah kabupaten/kota tentang Rencana Pembangunan tahun 2012 sesuai  hasil Musrenbang Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur;

7.     Pengarahan Menteri dalam Negeri RI, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional RI/Kepala  Bappenas dan sambutan pengarahan Gubernur Nusa Tenggara Timur;

8.     Pokok-pokok pikiran Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur tentang Rencana Pembangunan tahun 2012;

9.     Presentase Bupati/Walikota tentang Kebijakan pembangunan Kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur;

B.    KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2012

1.     Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui “Inisiatif Baru Tahun 2012” sebagai daya ungkit percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi;

2.     Rencana pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur  Tahun 2012 merupakan hasil sinergi pembangunan yang akan dilaksanakan Kementrian/Lembaga, SKPD Provinsi dan SKPD Kabupaten/Kota  untuk mewujudkan  percepatan pencapaian tujuan MDGs, target RPJMN, target RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Timur serta target RPJMD Kabupaten/kota tahun 2012;

3.      Perencanaan pembangunan didasarkan pada: (i)    11 kebijakan prioritas nasional, (ii) kebijakan percepatan  pembangunan ekonomi pada koridor ekonomi Bali-NT sebagai “Pintu gerbang pariwisata dan mendukung ketahanan pangan nasional” dengan fokus kegiatan; pariwisata, peternakan dan perikanan, (iii)   menetapkan   mendukung swasembada daging swasembada  garam  tahun 2014; (iv)  pembangunan yang memberikan prioritas tinggi pada upaya percepatan pembangunan daerah perbatasan, daerah rawan bencana, pasca konflik dan daerah tertinggal; dan (v)  8 (delapan) agenda pembangunan dan 4 (empat) tekad pembangunan dan pelaksanaan pembangunan Desa Mandiri Anggur Merah;

4.     Sinergi program/kegiatan APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan APBD Kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur selanjutnya dijabarkan dalan RKPD Provinsi dan RKPD Kabupaten/kota;

5.     Untuk menjamin adanya sinergi Program APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota maka sebelum penetapan RPKD dilakukan penyerasian dalam forum rapat TAPD Provinsi dengan TAPD Kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur.

6.     Perencanaan Pembangunan perlu mengacu pada potensi dan keunggulan komperatif wilayah dan dalam kerangka NTT sebagai propinsi kepulauan serta perikanan dan kelautan sebagai salah satu sektor unggulan.

7.     Perencanaan pembangunan yang dihasilkan menjadi acuan dalam pelaksanaan dan pengendalian pembangunan sehingga mencegah adanya penyimpangan yang bersumber dari ketidakjelasan dokumen perencanaan pembangunan.

8.     Mendukung dan mensinergikan pencapaian sasaran program dan kegiatan pembangunan daerah Tahun 2012 berdasarkan Inpres Nomor 3 tahun 2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan melalui rencana aksi sesuai kewenangan meliputi program pro rakyat,  program keadilan untuk semua, dan program percepatan pencapaian tujuan pembangunan milenium (MDG’s) 

 

C.    USULAN NTT TAHUN 2012 

1.     Usulan base line program/kegiatan pembangunan APBN hasil penyandingan Murenbang Kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur dengan hasil Forum SKPD Provinsi Nusa Tenggara Timur pada  Kementrian/Lembaga  tahun 2012  sekitar Rp.19,8 triliun;

2.    Usulan inisiatif baru percepatan pembangunan daerah

a)      Menindaklanjuti 6 prioritas pembangunan yang telah diusulkan oleh pemerintah daerah yaitu: (1) Pengembangan Pertanian terpadu berorientasi agribisnis, (2)  pengembangan perikanan dan kelautan, (3) pengembangan  Industri, (4)  pengembangan pariwisata khususnya sail komodo 2013, (5) Pembangunan Infrastruktur  dan (6)  penanganan warga baru;

b)      Menambah jumlah Desa Mandiri Anggur Merah melalui pendanaan APBN. 

3.     Rincian usulan usulan dana base line selengkapnya sebagaimana dokumen usulan terlampir, sedangkan usulan inisiatif baru akan dibuatkan dalam proposal khusus dengan melengkapi proposal awal yang telah dipresentasikan pada tanggal 2 Februari 2011 di Istana Negara.

4.     Usulan dana transfer daerah (DAU dan DAK) untuk mendukung APBD Provinsi diusulkan Rp. 11 Triliun.

D.    SINERGI APBD PROVINSI  DENGAN APBD KABUPATEN/KOTA  

Sinergi 8 (delapan) agenda pembangunan, empat tekad dan program Desa Mandiri Anggur Merah bersinergi  dengan program/kegiatan pembangunan APBD Kabupaten/kota sebagai berikut:

1.     Pemantapan Kualitas Pendidikan

Penyediaan beasiswa bagi siswa kurang mampu, lanjutan dukungan guru kontrak untuk pendidikan dasar dan menengah serta dukungan dalam rangka peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga guru sesuai standar, dukungan penyediaan peraturan daerah di bidang pendidikan, penguatan kelompok kerja guru dan musyawarah guru mata pelajaran serta dukungan penguatan laboratorium dan perpustakaan sekolah;

2.     Pembangunan Kesehatan

Meningkatkan efektifitas revolusi KIA antara lain melalui penyediaan dan pemerataan tenaga kesehatan, pemantapan kualitas tenaga kesehatan, peningkatan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak, dukungan akreditasi Rumah Sakit Kabupaten/Kota, pencegahan dan pemberantasan penyakit serta dukungan penanggulangan masalah gizi pada ibu hamil, bayi dan balita;

 

3.     Pembangunan Ekonomi

a.             Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan yang berdaya ungkit tinggi antara lain pengembangan ternak untuk mendukung swasembada daging tahun 2014, pengembangan garam untuk mendukung swasembada garam tahun 2014, perluasan areal pertanian dan perkebunan, pengembangan desa wisata;

b.            Mewujudkan  empat tekad Provinsi melalui:

-       Pengembangan koperasi, melalui pelaksanaan pelatihan-pelatihan pada Gapoktan, Gapoknak, koperasi pemuda dan wanita serta koperasi penyedia pupuk;

-       Percepatan pengembangan dan peningkatan populasi ternak, melalui Pengadaan bibit, pencegahan dan pemberantasan penyakit  ternak, dan  optimalisasi peran UPT pembibitan;

-       Peningkatan luas tanam dan peningkatan produktivitas jagung, di desa/keluarahan potensial Kabupaten/kota untuk mendukung NTT sebagai pengekspor jagung Tahun 2012, melalui dukungan penyediaan benih unggul, bantuan hand tractor, tractor roda empat serta pupuk;

-       Pengembangan dan pembinaan budidaya cendana melalui pola konservasi  pada  desa/kelurahan potensial kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur.

c.     Meningkatkan ekpor komoditas unggulan Perkebunan

-       Perluasan areal komoditas jambu mete, kakao dan kopi melalui dukungan penyediaan bibit dan saprodi penyediaan bibit;

-       Peningkatan industri pengolahan melalui penyediaan mesin pengolahan.

d.    Pengembangan potensi kelautan dan perikanan

-       Pengembangan Mina Politan;

-       Intensifikasi dan diversifikasi pengembangan rumput laut, perikanan tangkap melalui Grace Tonase Kapal  tangkap hingga 30-60 GT  dan alat tangkap untuk meningkatkan kemampuan tangkap hingga  wilayah laut ZEE;

-       Pengembangan SDM nelayan untuk meningkatkan kemampuan operasi kapal tangkap Grace tonase  30-60 GT.

e.     Persiapan pelaksanaan Sail Komodo 2013

-       Pengembangan Desa Wisata;

-       Mempersiapkan masyarakat menyongsong tahun kunjungan wisata melalui kampanye sadar wisata dan sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, teduh, ramah dan kenangan);

-       Provinsi dan Kabupaten sedaratan Flores perlu mendukung kerjasama Pemerintah RI–Swiss dalam pengembangan destinasi Pulau Flores.

f.     Peningkatan Kewirausahaan Tenaga Kerja;

-       Penciptaan wirausaha baru melalui pendidikan dan pelatihan pada BLK Provinsi Nusa Tenggara Timur, BLK dan LLK kabupaten serta kerjasama dengan lembaga pelatihan swasta;

-       Pengembangan kewirausahaan melalui kerjasama ILO, dunia usaha, perguruan tinggi dan perbankan.

 

4.     Pembangunan Infrastruktur

a.     Peningkatan kualitas transportasi

-     Pemeliharaan rutin, rehabilitasi dan peningkatan jalan provinsi;

-     Peningkatan rambu dan marka jalan.

b.    Peningkatan layanan pengairan

-     Pembangunan embung-embung;

-     Pemeliharaan, rahabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi.

c.     Peningkatan permukinan dan perumahan

-     Penyediaan rumah sehat bagi penduduk miskin;

-     peningkatan jalan lingkungan.

d.    Peningkatan penyediaan layanan penerangan

-     Pengadaan PLTS untuk perumahan penduduk miskin;

-     Pembangunan mikrohidro, energi panas bumi, angin, dan arus laut

 

5.     Pembenahan sistem hukum (daerah) dan keadilan

-       Peningkatan tatakelola pemerintahan, fasilitasi penataan daerah otonom baru, reformasi birokrasi, peningkatan kapasitas aparatur;

-       Penyiapan Peraturan daerah, Peraturan Gubernur dan Penyuluhan hukum.

6.     Konsolidasi Tata Ruang dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

-       Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional dan Daerah;

-       Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup;

-       Penataan tapal batas kawasan hutan;

-       Pengalokasian dana untuk usulan revisi batas kawasan hutan

7.     Pemberdayaan Perempuan,  Anak dan Pemuda

-       Peningkatan gerakan Sadar Akta Kelahiran;

-       Advokasi dan fasilitasi pembentukan pengadilan anak;

-       Penguatan kelompok-kelompok usaha perempuan;

-       Fasilitasi penyelesaian tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak;

-       Peningkatan keterampilan dan kewirausahaan  pemuda;

-       Perlindungan, peningkatan pendidikan dan keterampilan anak pada panti-panti.

8.     Agenda Khusus:

-     Penanggulangan kemiskinan antara lain melalui lanjutan Program Desa Mandiri Anggur Merah pada 290 Desa/kelurahan di 21 Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur, bantuan pembangunan rumah layak huni bagi kepala keluarga miskin melalui Program P2LDT dan Penciptaan Wirausaha Baru;

-     Pengembangan wilayah perbatasan dan persehatian penyelesaian batas antar kabupaten/kota;

-     Pembangunan daerah rawan bencana, peningkatan kewaspadaan kebencanaan pada kelompok-kelompok masyarakat  dan penyelesaian masalah-masalah strategis lainnya.

-     Penguatan kerjasama antar daerah dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Benanain secara terpadu.

 

E.    DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Untuk  meningkatkan dukungan  dokumen teknis usulan Program/ kegiatan pembangunan tahun 2012 maka perlu upaya sebagai berikut:

1.     Usulan pembangunan tahun 2012 harus didukung perencanaan berkualitas, oleh karena itu setiap usulan program/kegiatan pembangunan akan dilengkapi kelengkapan dokumen yaitu; (a)  target dan sasaran yang terukur; (b) lokasi  yang  jelas; (c) dokumen teknis berupa survey Investigation Design (SID), proposal dan TOR sesuai jenis program/kegiatan;

2.     Untuk menjamin kepastian terpenuhinya dokumen pendukung usulan Program/kegiatan pembangunan tahun 2012, maka Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Bappeda Kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur secara intensif berkoordinasi sehingga masing-masing  SKPD terkait Tingkat Provinsi dan SKPD Kabupaten/kota sebagai pengusul memenuhi kewajibannya;

3.     Usulan strategis, lintas Kabupaten/kota dan memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan Nusa Tenggara Timur  maka usulannya disiapkan SKPD Provinsi;

4.     Usulan strategis dalam  satu wilayah Kabupaten/kota  maka usulannya disiapkan SKPD Kabupaten/kota;

5.     Kegiatan fisik yang membutuhkan desain, maka pembiayaan studi desain dapat dilakukan melalui pendanaan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota;

6.     Untuk menjamin konsistensi usulan dengan hasil Musrenbang provinsi maka proposal usulan yang disampaikan pada Kementrian/Lembaga  mengacu pada kebijakan Kementerian/Lembaga yaitu melalui Gubernur atau  langsung dengan sepengetahuan Gubernur.

 

Demikian pokok-pokok hasil Musrenbang Provinsi NTT tahun 2011 untuk perencanaan pembangunan tahun 2012 yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2012.

 

Last Updated on Friday, 15 April 2011 07:13
 
Pameran Hari Pers Nasional PDF Print E-mail
Written by dedy.manek   
Thursday, 24 February 2011 05:12

Pameran Hari Pers Nasional        

 

Partisipatif   lembaga-lembaga Pemerintah, Perbankan,  serta pengrajin tradisional .maupun para pengusaha Industri pengrajin dari unsure Etnis kabupaten/kota    yang tergabung dalam  Dekranasda  menampilkan kerajinan rakyat, seperti Tenun ikat dan  produk rakyat lainnya, maupun produk  khas makanan local NTT yang  dikoordinir Dinas perindustrian dan perdagangan provinsi NTT,telah berpartisipasi dalam  memeriahkan  pameran  kegiatan , Hari Pers Nasional yang diperingati  di Kupang . kegiatan pameran tersebut merupakan momentum untuk menampilkan serta menginformasikan asset serta produk kerajinan dan produk makanan Lokal Khas NTT. Momen yang sangat bersejarah ini telah dimanfaatkan dan disambut baik oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah,menyambut  sala satu sejarah perjalan an Daerah Flobamora tahun 2011. Sorotan Media Massa Nasional tentang NTT, sudah sering diinformasikan, namun  belum semua tersentuh liputannya pada berbagai hal dari keseluruhan wilayah  Nusa Tenggara Timur, karena masih banyak ruang public yang menjadi hambatan diantaranya Infrastruktur Komunikasi dan Informasi yang masih sangat terbatas. Keberadaan Media local seperti, TV,Radio, maupun media cetak, sudah sangat membantu sebagai jembatan informasi maupun komunikasi di NTT. Momentum peringatan Hari Pers Nasional, merupakan sesuatu nilai keberadaan rakyat NTT, bahwa kita mampu untuk menjadi tuan rumah, untuk penyelenggaraan dan menerima tamu  yang datang dari seluruh penjuru Tanah Air.  Gubernur NTT (Drs. Frans Leburaya), ketika menyampaikan sambutannya pada pembukaan pameran Hari Pers Nasioanal antaranya, menyampaikan penghargaan yang  sangat Tinggi kepada Dewan Pers dan para Insan Pers yang datang  dari berbagai penjuru Tanah Air,serta mengucapkan terima kasih atas

 

kepercayaannya kepada  rakyat dan Pemerintah provinsi NTT menjadi tuan rumah peringatan penyelenggaran Hari Pers Nasional di Kupang. Selanjutnya Gubernur  menyampaikan, Nusa Tenggara Timur yang disebut sebagai  salasatu  Daerah tertinggal, yang berbatasan langsung dengan dua Negara tetangga yaitu Timor Leste dan Australia, menegaskan,  kami rakyat NTT mempunyai harga diri. Bahwa ,banyak Tokoh dan Warga NTT yang sukses diluar Daerah ini dan telah berbuat sesuatu untuk Bangsa Indonesia, apakah sebagai wartawan , pengusaha, jabatan penting di Negri ini serta,sebagai pejuang mempertahankan kedaulatan Bangsa dan berbagai profesi lainnya, itu semua bagian dari sumbangan putra-putri NTT terhadap Negri ini. Hal lain yang disampaikan yaitu, Bagi Masyarakat NTT, NKRI adalah harga Mati.

Pelaksanaan Pameran Hari Pers Nasional yang berlangsung  di Kupang, merupakan momentum berharga bagi masyarakat NTT karena kegiatan ini menjadi kegiatan puncak bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional, yang dihadiri  oleh Presiden RI serta Ibu dan para pejabat penting Negara. Pameran tersebut pelaksanaannya selama lima hari yaitu, tanggal 6 s/d 10 pebruari 2011, lokasi kegiatan bertempat di halaman Kantor Dinas Kominfo Prov NTT./Liputan Pranata Humas.

Last Updated on Thursday, 24 February 2011 07:26
 
Peluncuran Program Desa Mandiri PDF Print E-mail
Written by dedy.manek   
Wednesday, 29 December 2010 02:38

Senin, 20 Desember 201. Bertempat di lapangan upacara Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur dilaksanakan upacara peringatan HUT NTT ke-52. Pada hari tersebut dilakukan peluncuran Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah Tahun 2011 kepada 287 Desa/kelurahan. Secara simbolis ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada 21 Desa yang mewakili tiap Kabupaten dan Kota di NTT.

Peluncuran Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur merah di lanjutkan dengan rapat koordinasi antara Gubernur,kepala Bappeda Provinsi, para koordinator program dan para kepala desa dan lurah. Rapat dilaksanakan pada 2 tempat yaitu ruang rapat Bappeda Provinsi dan Ruang Rapat Gubernur.

Dalam agenda rapat dibahas mengenai garis besar program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah, tugas dan kewajiban kepala desa/lurah dalam pendampingan serta tugas tenaga pendamping kelompok yang akan mengawal pelaksanaan kegiatan di desa/kelurahan. Dalam forum diskusi banyak dibahas mengenai permasalahan yang dihadapi di desa/kelurahan serta potensi yang diunggulkan untuk dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi produktif yang dihapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan dan membuka peluang usaha baru dan penyerapan tenaga kerja.

Dalam wacananya Gubernur menekankan beberapa point, antara lain; dana hibah yang diberikan kepada kelurahan dan desa dihapkan berkembang dan menjadi dana abadi desa; pemilihan usaha produktif yang akan dikembangkan harus memiliki nilai jual di pasar; program ini dinamakan desa mandiri bukan desa teringgal karena dengan harapan dan cita-cita besar untuk desa dan kelurahan dapat maju dan mandiri; niat iklas dari Gubernur untuk membangun masyarakat NTT dengan langsung membangun pada lini yang terkecil yaitu desa dan kelurahan.

Last Updated on Monday, 21 March 2011 00:06
 
Workshop Strategic Breakthrough PDF Print E-mail
Written by Elvis Naimuti   
Tuesday, 22 February 2011 01:51

Aplikasi Untuk Menciptakan Terobosan Grand Strategy dan Memetakan Sasaran Strategis yang Mampu Mempercepat Pembangunan.

Bertempat di Restoran Phoneix Kupang berlangsung Workshop Strategic Breakthrough. Kegiatan yang difasilitasi oleh UNDP dan Bappeda Provinsi NTT ini berlangsung dari tanggal 16-18 Februari 2011. Hadir dalam pembukaan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Salem, SH,MSi, Kepala Bappeda Provinsi NTT Ir. Wayan Darmawa,MT, Kepala Dinas  Pekerjaan Umum Ir. Andreas Koreh,MT dan beberapa pejabat lainnya.

Gubernur NTT dalam sambutannya menyampaikan bahwa laporan Millenium Development Goal’s (MDGs) Indonesia 2007 bahwa pencapaian MDGs di daerah sangat lamban dan cenderung stagnan, khususnya untuk wilayah Timur Indonesia. Untuk itu diperlukan pengarusutmaan MDGs dalam pembangunan daerah. peran semua komponen pemangku kepentingan di daerah dan nasional perlu diberdayakan untuk menempatkan pencapaian MDGs sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur harus memiliki strategi utama (grand strategy) yang menjadi pedoman bagi seluruh satuan kerja/SKPD. Grand strategy ini mencakup seluruh bidang/aspek yang ada di dalam lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk memperjelas arah dan penerapan grand strategy maka perlu adanya sasaran-sasaran strategis. Grand strategy dan sasaran-sasaran strategisnya tentu saja harus dapat menjawab visi dan misi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga mampu mendukung pengarus utamaan pencapaian MDGS di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut Agus Sunario, Pendiri dan CEO International Thinking Training and Consultancy (ITTC) Jakarta, Strategic Breakthrough bertujuan: a) menciptakan terobosan strategi utama (Grand Strategy) yang mampu mempercepat pertumbuhan kinerja organisasi secara nyata, b) memetakan sasaran strategis yang perlu difokuskan seluruh unit kerja guna menjawab tantangan dan peluang strategis sekarang dan masa depan, c) menyatukan segenap potensi, kekuatan dan sumberdaya dalam mensukseskan visi dan misi organisasi, d) memecahkan belenggu rutinitas yang menghambat kemajuan pertumbuhan kinerja organisasi.

Grand Strategy Percepatan Pembangunan Provinsi NTT yang dirumuskan dalam Workshop ini adalah: Membangun SDM yang Berkualitas (dirumuskan 5 sasaran strategis), Membuka Keterisolasian Wilayah (dirumuskan 3 sasaran strategis), Memajukan Perekonomian Rakyat (dirumuskan 5 sasaran strategis), Meningkatkan Kinerja Birokrasi (dirumuskan 5 sasaran strategis).

7 (tujuh) Rekomendasi Tindak Lanjut yang dirumuskan antara lain: Penyamaan pemahaman dari seluruh pemangku kepentingan (eksekutif, legislatif, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM) terhadap sasaran yang akan dicapai, baik Internal Provinsi maupun Antar Kabupaten/Kota dan Provinsi. (Baca Rekomendasi).

Diperlukan komitmen bersama untuk pelaksanaan workshop lanjutan dan implementasinya di Provinsi NTT.

Last Updated on Friday, 08 April 2011 08:16
 
Program dan Kegiatan RAPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2011 Untuk Mendukung Pelaksanaan Inpres Nomor 3 Tahun 2010 PDF Print E-mail
Written by maman   
Friday, 03 December 2010 08:25

Dalam kaitan dengan fokus pelaksanaan pembangunan yang berkeadilan, dan untuk kesinambungan serta penajaman Prioritas Pembangunan Nasional sebagaimana termuat dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010. Maka Provinsi Nusa Tenggara Timur semaksimal mungkin telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan yang berkeadilan sebagaimana termuat dalam lampiran Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan, yang meliputi Program Pro Rakyat, Program Keadilan Untuk Semua (justice for all) dan Program Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals - MDGs).

Program Pro Rakyat adalah program-program penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Program Keadilan Untuk semua adalah program-program keadilan bagi anak, perempuan, ketenagakerjaan, bantuan hukum, reformasi hukum dan peradilan serta keadilan bagi kelompok miskin terpinggirkan. Sedangkan untuk Program Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDG,s) adalah program-program pemberantasan kemiskinan, kelaparan, pencapaian pendidikan dasar untuk semua, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, penurunan angka kematian anak, peningkatan kesehatan ibu, pengendalian HIV/AIDS, malaria, penyakit menular dan penjaminan kelestarian lingkungan hidup serta mendukung percepatan pencapaian tujuan pembangunan milenium.

Last Updated on Friday, 03 December 2010 08:28
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 12
Banner
Copyright © 2012 bappeda.nttprov.go.id. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
 

Kegiatan Bappeda

May 2012
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Polls

Keberadaan Website Bappeda
 

Who's Online

We have 1 guest online